Showing posts with label Elektronika. Show all posts
Showing posts with label Elektronika. Show all posts

Friday, October 11, 2013

Bagian – Bagian Monitor


  1. BAGIAN REGULATOR
  2. BAGIAN OSILATOR VERTICAL & HORISONTAL
  3. BAGIAN PROGRAM
  4. BAGIAN DRIVER HORISONTAL
  5. TRANSISTOR HORISONTAL OUTPUT
  6. FLYBACK
  7. BAGIAN VERTICAL OUTPUT
  8. BAGIAN RGB
A. Tabung/CRT(catoda ray tube):Tabung berfungsi untuk menampilkan informasi-informasi gambar yang kita lihat,disekeliling tabung terdapat gulungan tembaga yg dibungkus dengan solasi yg dinamakan degaussing coil,degaussing berguna untuk menyetabilkan medan magnit didalam tabung, ciri-ciri dari kerusakan tabung Ialah: 1.gambar tak tampak 2.gambar tampak tapi gelap. 3.warna tidak lengkapatau pincang. 4.gambar tidak focus atau buyar 5.layar nyala merah/hijau/biruterang tapi bergaris. 6.gambar tampak tapi hanya salah satu warna saja dll.
B1. Defleksi yoke : defleksi yoke terbuat dari tembaga yang dililit dibatang ferit yg melingkar, defleksi yoke terdiri dari dua bagian,yaitu lilitan horisontal dan vertikal, untuk lilitan horisontal terletak dibagian dalam dan vertilal dibagian luar, defleki berfungsi untuk menarik elektron-elektron didalam tabung kearah horisontal dan verikal.ciri-ciri dari kerusakan defleksi Ialah: 1. defleksi horisontal,untuk kerusakan defleksi horisontal biasanya kebakar,atau jamuran dan dilayar gambar tampak tapi ditengah dan kanan kiri melengkung.2.Defleksi vetical,ciri-ciri kerusakan defleksi vertical ialah gambar nampak ditengah dan bergaris-garis atas bawah hitam,tetapi untuk defleksi vertical biasanya jarang sekali terjadi kerusakan.
B2. pincusent adjustmen/cincin pengatur warna:cincin ini berperan penting didalam monitor,cincin ini berfungsi untuk mengatur bayangan warna,supaya gambar maupun tulisan tidak ada bayangan warna,sehingga akan tampak warna aslinya.
C.  Regulator/power suply :Regulator berfungsi untuk menyuplay tegangan keseluruh rangkaian pcb/board, juga kerangkaian RGB dan tabung,biasanya tegangan output/sekunder pada tiap2 regulator monitor belum tentu sama,tapi pada intinya ada 3 yaitu 1. +Dc 6,5 volt untuk menyuplay tegangan ke vilamen CRT, 2. +Dc 12>15 volt untuk menyuplay tegangan ke IC oscilator horisontal dan vertical dan juga ke IC program,3+Dc 50> 75 volt untuk menyuplay tegangan ke horisontal output melalui flyback.Ciri-ciri kerusakan dari regulator ialah:1. Monitor nggak bisa nyala, 2.Monitor kalau dinyalakan terjadi konsleting pada jalur listrik,3.Monitor nyala tetapi gambar ngleod/bergoyang dll.
D. flyback :flyback berfungsi untuk membangkitkan tegangan tinggi yang semula antara 75.s/d 130. volt menjadi 25 kilo volt,flyback berguna untuk menbangkitkan cahaya didalam tabung,dibadan flyback terdapat 2 trimpot pengaturan yaitu,pengaturan scren dan focus,scren berguna untuk mengatur gelap terangnya gambar,dan focus berguna untuk mengatur kefokusan gambar atau tulisan.Ciri-ciri dari kerusakan flyback ialah:1.Gambar buyar/tidak focus 2.gambar ada tapi terlalu terang,ada garis buku 3.gambar gelap 4.led control nyala tapi monitor nggak bisa hidup 5.monitor nyala tapi bunyi pletek-pletek 6.monitor nyala tapi gambar kedip kedip dll.
E. Rangkaian RGB:rangkaian ini berfungsi untuk mengolah warna yg datang dari VGA card dan dikirim ketabung gambar/CRT. Ciri-ciri dari kerusakan RGB ialah:1.gambar merah kekuning kuningan 2.gambar biru kemerah merahan 3.gambar biru keputih putihan 4.gambar tampak tapi hanya hijau,merah atau biru dll.
F. Dibawah tabung ini terdapat 1. Rangkaian program 2.Rangkaian oscilator vertical,horisontal 3.Rangkaian vertical output 4.horisontal driver dan output,untuk gambar ini tidak saya perlihatkan secara detail karena untuk tiap-tiap jenis monitor letaknya belum tentu sama,dan sebagai contoh lihat gambar diatas, Board samsung 591s.tetapi akan saya terangkan cici-cirinya .
  1. Rangkaian program: terdiri dari IC (intergrated circuit) dan tambahan komponen disekelilingnya untuk mengetahui IC program ciri-cirinnya ialah,sebagian kaki- kakinya terhubung ke swit Digital yang ada dipanel depan monitor,IC program berfungsi untuk mengendalikan semua pengaturan yang ada di monitor, seperti V size,V center,H size,H center,colour dll.ciri-ciri kerusakan dari IC program ialah,led indikator nyala tapi monitor nggak mau hidup,monitor nyala tapi semua pengaturan nggak berfungsi,monitor nyala kemudian beberapa menit mati dll.
  2. Rangkaian oscilator Vertical & Horisontal :Untuk rangkaian oscilator vertikal dan horisontal biasanya jadi satu dalam IC (intergrated circuit) ada juga yang jadi satu dengan rangkaian program.ciri-ciri dari rangkaian oscilator vertical dan horisontal ialah,sebagian kaki-kakinya terhubung ke ic output vertical dan basis transistor driver horisontal.

Friday, October 4, 2013

BLOK DIAGRAM MONITOR



Gambar Blok Diagram Monitor
Bagian Blok Diagram Moitor :
  1. Blok Video/ RGB
  2. Synronisasi Gambar
  3. Vertikal
  4. Horizontal
  5. Power Supplay
  6. Tabung CRT
  7. Flynack Tube

1.  BLOK VIDEO/ RGB

  1. VIDEO INPUT : masukan sinyal yg biasanya didapat dari VGA monitor, sinyal ini terbagi menjadi sinyal merah (RED), sinyal hijau (GREEN), dan sinyal biru (BLUE).
  2. VIDEO AMPS : bagian yang berfungsi menguatkan sinyal video yang didapat dari VGA dan di bagian ini terdapat pengaturan kontras.
  3. VIDEO DRIVER : bagian ini berfungsi untuk pengaturan warna drive (gambar), dan pengaturan warna background layar.

2.  SYNCRONISASI GAMBAR

  1. Syncrone Input (Horisontal dan Vertikal Syncrone dari VGA Card) oleh IC Sinkron
  2. Clamper (Rangkaian Penggenggam / pembawa sinyal video) oleh IC Sinkron
  3. Syncrone Out Put (Masuk ke rangkaian Vertikal dan Horisontal)

3.  VERTIKAL

  1. Vertikal Oscilator (oleh IC Vertikal)
  2. Vertikal Driver (oleh IC Vertikal)
  3. Vertikal Amplifier (oleh IC Vertikal)
  4. Vertikal Out Put (Masuk ke Vertikal Defleksi Yoke)

4.  HORISONTAL

  1. Horisontal Oscilator (oleh IC Oscilator Horisontal)
  2. Horisontal Driver (oleh Transistor)
  3. Horisontal Amplifier (oleh Transistor Horisontal)
  4. Horisontal Out Put (Masuk ke Horisontal Defleksi Yoke dan Pin 1 FLYBACK)

5.  POWER SUPPLY

  1. C Input (dari PLN)
  2. Penyearah dan Filter (oleh Dioda dan Elco)
  3. Rangkaian Triger (oleh IC Triger / pembangkit sinyal)
  4. Converter tegangan tinggi (oleh FET dan STR)
  5. Transformator StepDown (Penurun Tegangan)
  6.  Rangkaian Out Put (oleh dioda, elco, dan IC)

6.  TABUNG CRT

  1. Filament / Heater (Pemanas Elektron)
  2. Katoda R, G, dan B (Penghasil elektron)
  3. G1 (Brightnes)
  4. G2 (Screen)
  5. G3 / G4 (Fokus)
  6.  Anoda (yang terhubung dengan kop karet flyback
  7.  Defleksi Yoke Horisontal dan Vertikal

7.  FLYBACK TUBE (FBT)

  1. Rangkaian Primer (Colector, B+)
  2. Rangkaian Sekunder (G1, Ground, AFC)
  3. ABL (Automatic Brgihtnes Linier)

BLOK DIAGRAM VCD



Gambar Diagram Blok VCD Player
Blok Diagram VCD :
  1. Bagian Power Supply REGULATOR
  2. Bagian MEKANIK
  3. Bagian OPTIK
  4. Bagian MPEG

Gambar. Blok VCD Player

1.  Bagian Power Supply REGULATOR

Bagian Catu Daya atau yang lebih dikenal Power Supply REGULATOR adalah sebuah bagian pada VCD Player yang berfungsi sebagai penyedia atau pemasok tegangan listrik DC yang digunakan oleh semua perangkat kerja pada VCD Player. Pada bagian ini terdapat beberapa komponen seperti Transformator yang berfungsi sebagai penurun tegangan listrik DC sebelum disearahkan. Dan terdapat komponen-komponen yang lainnya.
Jadi secara umum prinsip kerja bagian ini adalah mengubah atau menyearahkan tegangan listrik AC menjadi DC sesuai yang dibutuhkan oleh masing-masing perangkat pada VCD Player.
Gambar 1. Bagian Power Supply

2.  Bagian MEKANIK

Bagian Mekanik pada VCD Player adalah satu buah sistem perangkat kerja yang berfungsi sebagai penggerak atau pengatur keluar masuknya dan berputarnya CD Player .Pada bagian Mekanik ini komponen utamanya adalah sebuah motor. Motor penggerak putaran piringan yang berfungsi untuk mengontrol setiap gerakan putar dengan tingkat akurasi yang sangat presisi. Motor ini sangat membantu proses pembacaan trak yang memiliki putaran antara 200 sampai dengan 500 RPM.
Sistem Kerja Mekanik :
  • Terdapat sebuah laci yang berfungsi sebagai Pengatur keluar masuknya CD Player yang akan diputar.
  • Terdapat gigi atau poros yang berfungsi sebagai tumpuan atau as penggerak laci CD.
  • Dan yang paling utama pada bagian ini adalah tentunya motor penggerak dari semua proses kerja yang dilakukan oleh Mekanik VCD Player.
Gambar 2. Bagian Mekanik

3.  Bagian MPEG

MPEG adalah bagian dari VCD Player yang di dalamnya terdapat banyak IC (integrated circuit) yang masing-masing mempunyai prinsip kerja yang berbeda. Seperti IC penguat Video, IC penguat Audio dan beberapa macam IC lainnya.
Didalam MPEG juga terdapat komponen berbasis teknologi komputer yang dikemas dalam blok data berbentuk IC (Integrtated Circuit), dimana salah satunya mengarah ke modul DAC (Digital Analog Converter) yang memang berfungsi untuk menangani data audio dan video, atau bahkan langsung menuju ke komponen dengan format digital, seperti data video digital .
Gambar 3. Bagian MPEG

4.  Bagian OPTIK

Bagian OPTIK dalam VCD Player ini berfungsi sebagai pembaca data dari keeping CD yang dimasukkan ke dalam VCD Player. Pada bagian ini terdiri dari sebuah komponen pembuat sinar laser warna merah yang diarahkan pada keeping CD yang dibaca. Sebuah laser dan lensa ini yang menjadi perangkat utama dalam memfokuskan pembacaan data dari piringan menggunakan penembakan sistem laser , biasanya laser ini sangat kompatibel dengan jenis piringan CD. Kalau CD bekerja pada laser dengan panjang gelombang 780 nanometer, sedangkan untuk DVD pada 635 atau 650 nanometer.
Optik VCD,DVD Player maupun Play Station sama bentuknya, namun optic dari DVD Player adalah yang paling mengalami kemajuan dari waktu ke waktu, sebagai contoh optik Blu-Ray pada DVD Player yang saat ini banyak menjadi bahan perbincangan oleh masyarakat elektronika.
 
Gambar 4. Bagian Optik

BLOK DIAGRAM RADIO PENERIMA AM DAN FM



A.  Fungsi Blok Penerima AM

  1. Antena : sebagai penangkap getaran/sinyal yang membawa dan berisikan informasi  yang dipancarkan oleh pemancar.
  2. Penguat RF : berfungsi untuk menguatkan daya RF ( Radio Frequency/ Frekuensi tinggi) yang berisi informasi sebagai hasil modulasi pemancar asal. Setelah diperkuat, geteran RF dicatukan ke mixer.
  3. Mixer (pencampur) : berfungsi mencampurkan getaran/sinyal RF dengan Frekuensi Osilator Lokal, sehingga diperoleh frekuensi intermediet (IF/Intermediate Frequency).
  4. Penguat IF : digunakan untuk menguatkan Frekuensi Intermediet (IF) sebelum diteruskan ke blok detektor. IF merupakan hasil dari pencampuran getaran/sinyal antara RF dengan Osilator Lokal.
  5. Detektor : digunakan untuk mengubah frekuensi IF menjadi frekuensi informasi. Degan cara ini, unit detektor  memisahkan antara getaran/sinyal pembawa RF dengan getaran informasi ( Audio Frequency/AF).
  6. Penguat AF : digunakan untuk menyearahkan getaran/ sinyal AF serta meningkatkan level sinyal audio dan kemudian diteruskan penguat  AF ke suatu pengeras suara.
  7. Speaker (pengeras suara) digunakan untuk mengubah sinyal atau getaran listrik berfrekuensi AF menjadi getaran suara yang dapat didengar oleh telinga manusia.

B.  Fungsi Blok Penerima FM

  1. Antena : berfungsi menangkap sinyal-sinyal bermodulasi yang bersal dari antena pemancar.
  2. Penguat RF : berfungsi unutk menguatkan sinyal yang ditangkap oleh antena sebelum diteruskan ke blok Mixer (pencampur).
  3. OSC (Osilator Lokal) : berfungsi unutk mebangkitkan getaran frekuensi yang lebih tinggi dari frekuensi sinyal keluaran RF. Dimana hasilnya akan diteruskan ke blok Mixer.
  4. Mixer (pencampur) : Berperan untuk mencampurkan kedua frekuensi yang berasal dari RF Amplifier dan Osilator Lokal. Hasil dari olahan mixer adalah Intermediate Frequency (IF) dengan besar 10,7 MHz.
  5. Penguat IF : digunakan untuk menguatkan Frekuensi Intermediet (IF) sebelum diteruskan ke blok limiter.
  6. Limiter (pembatas) : berfungsi unutk meredam amplitudo gelombang yang sudah termodulasi (sinyal yang dikirim pemancar) agar terbentuk sinyal FM murni (beramplitudo rata).
  7. Detektor FM : digunakan untuk mendeteksi perubahan frekuensi bermodulasi, menjadi sinyal informasi (Audio).
  8. De-emphasis : berfungsi untuk menekan frekuensi audio yang besarnya berlebihan (tinggi) yang dikirim oleh pemancar.
  9. AFC (Automatic Frequency Control / Pengendali Frekuensi Otomatis) : berfungsi unutk mengatur frekuensi osilator local secara Otomatis agar tetap stabil.
  10. Dekoder Stereo : digunakan unutk memproses sinyal Stereo, sehingga hasilnya diteruskan pada 2 buah penguat AF (FM Stereo).
  11. Penguat Audio : digunakan untuk menyearahkan getaran/ sinyal AF serta meningkatkan level sinyal audio dan kemudian diteruskan penguat  AF ke suatu pengeras suara.
  12. Speaker (pengeras suara) digunakan untuk mengubah sinyal atau getaran listrik berfrekuensi AF menjadi getaran suara yang dapat didengar oleh telinga manusia.

MENGUKUR KOMPONEN DASAR ELEKTRONIKA



Menguji komponen elektronika merupakan langkah yang harus ditempuh ketika anda beniat akan merakit rangkaian elektronika. Pengujian sebelum perakitan sangat penting karena komponen2 yang dirakit harus dalam keadaan baik semua.Setelah yakin komponen2nya baik semua baru anda mulai merakit.Saya biasanya menggunakan alat multimeter. Penjelasannya silahkan dibaca secara seksama dibawah ini.

1. Mengukur Tegangan AC, DC, dan jalur PCB

Mengukur Tegangan AC
  1.  Pastikan yang diukur adalah tegangan AC.
  2. Putar batas ukur ke arah ACV dengan batas ukur yang lebih tinggi dari tegangan yang diukur. Misalnya tegangan yang di ukur 200 VAC maka batas ukurnya adalah 250 VAC.
  3. Hubungkan probe ke masing-masing kutub sumber tegangan (bolak balik sama).
  4. Lihat penunjukan jarum pada papan skala.

Mengukur Tegangan DC
  1. Pastikan yang diukur adalah tegangan DC.
  2. Putar batas ukur ke arah DCV dengan batas ukur yang lebih tinggi dari tegangan yang diukur. Misalnya tegangan yang di ukur 200 VDC maka batas ukurnya adalah 250 VDC.
  3. Hubungkan probe ke masing-masing kutub sumber tegangan yaitu probe merah ke kutub positif dan probe hitam ke kutub negatif.
  4. Lihat penunjukan jarum pada papan skala.

Mengetes Putus Tidaknya Sebuah Penghantar / Jalur Pcb
  1. Putar batas ukur pada Ohm meter X1 / X10.
  2. Hubungkan probe ke masing-masing ujung jalur / penghantar yang akan dites.
  3. Kalau jarum bergerak menunjuk nol, berarti kabel / jalur OK, dan sebaliknya.

2. Mengukur Transformator

Trafo tersusun dari gulungan kawat primer dan sekunder yang dililitkan pada inti besi. Trafo bisa bekerja hanya dengan tegangan AC.
Jenis trafo adaptor ada 2 :
1. TRAFO STEP DOWN (untuk menurunkan tegangan).
2. TRAFO STEP UP (untuk menaikkan tegangan).
Trafo yang kita pelajari nantinya adalah jenis yang stepdown.
FLYBACK JUGA TERMASUK JENIS TRAFO HANYA SAJA BENTUKNYA MEMANG AGAK LAIN :
Mengukur Trafo Dengan Multitester
• Putar batas ukur pada Ohmmeter X1K.
• Misal kaki primer A, B, C
• Misal kaki sekunder D, E, F.

3. Mengukur IC

IC adalah gabungan dari beberapa komponen yang disatukan. Untuk menetukan baik tidaknya IC tidak bisa diukur dengan multitester tapi langsung dicoba ke rangkaian. IC memiliki seri-seri tertentu. IC ada yang memiliki 3 pin, 8 pin, 16 pin, dan sebagainya. Pin no 1 biasanya ditandai dengan lingkaran kecil dekat pin tersebut. Contoh IC : LM 7812, UC 3842, TDA 1175, TDA 9302, dll.
Contoh IC Vertikal TDA 9302

4. Mengukur Mosfet

FET bentuk fisiknya seperti transistor. Fungsinya adalah untuk menaikkan tegangan atau menurunkan tegangan.
FET memiliki tiga kaki juga yaitu :
• GATE (G) adalah kaki input.
• DRAIN (D) adalah kaki output.
• SOURCE (S) adalah kaki sumber.
Fungsinya biasanya digunakan pada rangkaian power supply jenis switching untuk menghasilkan tegangan tinggi untuk menggerakkan trafo.
Kakinya biasanya sudah pasti yaitu bila kita hadapkan FET ke arah kita maka urutan kakinya dari kiri ke kanan adalah GATE, DRAIN, SOURCE.
• Contoh FET penaik tegangan : K 793, K 1117, K 1214, IRF 630, IRF 730, IRF 620, dll.
• Contoh FET penurun tegangan : IRF 9610, IRF 9630, dll (biasanya 4 angka u/ IRF).
• FET PENAIK TEGANGAN
Cara mengukur :
Batas ukur Ohmmeter X10 / X1K.
• FET PENURUN TEGANGAN
Cara mengukur :
Batas ukur Ohmmeter X10 / X1K.

5. Mengukur Transistor

Transistor adalah termasuk komponen utama dalam elektronika. Transistor terbuat dari 2 dioda germanium yang disatukan. Tegangan kerja transistor sama dengan dioda yaitu 0,6 volt.
Transistor memiliki 3 kaki yaitu :
• EMITOR (E).
• BASIS (B).
• COLECTOR (C).
Jenis transistor ada 2 yaitu :
1. Transistor PNP (anoda katoda anoda / kaki katoda yang disatukan).
2. Transistor NPN (katoda anoda katoda / kaki anoda yang disatukan).
Contoh transistor : C 828, FCS 9014, FCS 9013, TIP 32, TIP 31, C5149, C5129, C5804, BU2520DF, BU2507DX, dll
Simbol di rangkaian : “Q”, simbol gambarnya dibawah ini :
Menentukan Kaki Transistor
Menentukan Kaki Basis :
Putar batas ukur pada Ohmmeter X10 atau X100.
Misalkan kaki transistor kita namakan A, B, dan C.
Bila probe merah / hitam => kaki A dan probe lainnya => 2 kaki lainnya secara bergantian jarum bergerak semua dan jika dibalik posisi hubungnya tidak bergerak semua maka itulah kaki BASIS.
Menentukan Kaki Colector NPN :
Putar batas ukur pada Ohmmeter X1K atau X10K.
Bila probe merah => kaki B dan probe hitam => kaki C. Kemudian kaki A (basis) dan kaki B dipegang dengan tangan tapi antar kaki jangan sampai terhubung. Bila jarum bergerak sedikit berarti kaki B itulah kaki COLECTOR.
Jika kaki basis dan colector sudah diketahui berarti kaki satunya adalah emitor.
Mengukur Transistor Dengan Multitester :
Batas ukur pada Ohmmeter X10 / X100.
• TRANSISTOR PNP
• TRANSISTOR NPN
• TRANSISTOR NPN DENGAN DUMPER

6. Mengukur Dioda

Dioda adalah komponen elektronik yang terbuat dari unsur semikonduktor. Bahan ini adalah silikon atau germanium. Dioda silikon bekerja pada tegangan 0.6 VDC dan dioda germanium bekerja pada tegangan 0,2 VDC.
Contoh dioda : IN 4148, IN4002, IN 4003, dll.
Simbol Dioda adalah D, simbol gambarnya :
Sifat dioda :
• Jika diberi arah maju (tegangan positif => anoda dan tegangan negatif => katoda) akan menghantarkan arus dan sebaliknya,
• Jika diberi arah mundur (tegangan positif => katoda dan tegangan negatif => anoda) tidak akan menghantarkan arus.
Fungsi Dioda :
• Sebagai penyearah.
• Sebagai pengaman rangkaian dari kemungkinan terbaliknya polaritas.
Mengukur Dioda Dengan Multitester :
Putar batas ukur pada Ohmmeter X10 / X100.
1. probe merah => katoda, probe hitam => anoda => Jarum bergerak bukan nol.
kemudian posisi dibalik :
probe merah => anoda, probe hitam => katoda, Jarum tdk bergerak
berarti dioda dalam kondisi BAIK.
2. probe merah => katoda, probe hitam => anoda => Jarum bergerak atau menunjuk nol.
kemudian posisi dibalik :
probe merah => anoda, probe hitam => katoda => Jarum bergerak atau menunjuk nol
berarti dioda dalam kondisi RUSAK / SHORT.
DIODA ZENER
Terbuat dari bahan silikon. Biasanya digunakan pada rangkaian power supply dimana fungsinya adalah sebagai penstabil arus. Meskipun arus AC yang dirubah ke DC berubah-ubah, tidak akan berpengaruh jika terdapat dioda zener ini.
Adapun sifatnya adalah sebagai berikut :
• Tegangan yang dicapai maksimal rata-rata 0,7 s/d 12 volt.
• Hanya tahan terhadap arus kecil, maksimal 1 s/d 50 mA.
• Hampir tidak ada tegangan yang hilang jika sudah melewati dioda zener.
Contoh dioda zener : zener 6 volt, zener 12 volt, dll
Pengukuran baik tidaknya dioda zener sama dengan pengukuran dioda biasa.
Aplikasi dalam rangkaian :

7. Mengukur Kapasitor

Nama lainnya adalah kondensator. Adalah komponen yang terdiri dari 2 pelat logam yang dipisahkan dengan isolator. Isolator ini menunjukkan nama dari kapasitor tersebut. Ukuran kapasitor adalah Farad.
1 Farad (F) = 1.000.000 mikro Farad (F).
1 mikro Farad (F) = 1.000 nano Farad (nF).
1 nano Farad (nF) = 1.000 piko Farad (pF).
Sifat kapasitor adalah dapat menerima arus listrik dan menyimpannya dalam waktu yang relatif.
Adapun jenis – jenis kapasitor berdasarkan isolatornya adalah sebagai berikut :
a. Kondensator Elektrolit / ELCO (kondensator yang memiliki polaritas, kaki + dan kaki -).
b. Kondensator Keramik.
c. Kondensator Mylar.
d. Kondensator Mika.
e. Kondensator Kertas.
Penggunaan kapasitor dalam rangkaian :
• Sebagai perata arus.
• Sebagai penyimpan arus listrik.
Simbol Kondensator dalam Rangkaian adalah “C” dan simbol gambarnya adalah :
Cara Membaca Elco :
Misalnya dibadan ELCO tertera tulisan 10uF/16v berarti ELCO tersebut memiliki ukuran 10 mikro farad dan tegangan kerjanya maksimal 16v. Jika tegangan yang diberikan lebih besar dari tegangan kerja maka ELCO akan rusak. Sisi ELCO yang terdapat tanda panah menunjukkan kaki disisi tersebut adalah kaki negatif.
Cara Membaca Kapasitor Keramik / Mika / Mylar.
Misalnya di badan kapasitor tersebut tertera tulisan 103 artinya :
• Angka I : melambangkan angka.
• Angka II : melambangkan angka.
• Angka III : melambangkan jumlah nol & ukurannya dalam piko Farad.
Jadi nilai kapasitor tersebut adalah 10.000 pF = 10 nF = 0,01uF.
Mengukur Elco Dengan Multitester :
Sebenarnya cara yg saya sampaikan ini kurang pas untuk cek elco, dan cara yg tepat mengukur elco adalah dengan CAPACITANCE METER, dan dia akan menunjukkan kapasitas yg sebenarnya yg dimiliki elco itu. Tapi cara ini juga lumayan cukup membantu, berikut caranya :
  1. Putar batas ukur pada Ohmmeter X1 / X10 untuk elco yang ukurannya besar dan X100 / X1K untuk elco yang ukurannya kecil.
  2. Hubungkan probe ke masing-masing kaki ELCO (bolak balik sama saja).
  3. Lihat penunjukan jarum pada papan skala.
Kesimpulan Hasil Pengukuran
• Jarum menunjuk angka & kembali ke tempat semula : elco baik.
• Jarum menunjuk angka & tidak kembali ke tempat semula : elco bocor.
• Jarum tidak bergerak sama sekali : elco putus.
• Jarum menunjuk angka nol : elco short.
Mengukur Kapasitor Non Polar Dengan Multitester :
Sebenarnya cara ini juga kurang pas untuk cek kapasitor, dan cara yg tepat mengukur elco adalah dengan CAPACITANCE METER, dan dia akan menunjukkan kapasitas yg sebenarnya yg dimiliki elco itu. Tapi cara ini juga lumayan cukup membantu, berikut caranya :
  1. Putar batas ukur pada Ohmmeter X1K / X10K.
  2. Hubungkan probe ke masing-masing kaki kapasitor (bolak balik sama saja).
  3. Lihat penunjukan jarum pada papan skala.
Kesimpulan Hasil Pengukuran
• Jarum menunjuk angka kemudian & ke tempat semula : kapasitor baik.
• Jarum menunjuk angka tdk kembali ke tempat semula : kapasitor bocor.
• Jarum tidak bergerak : kapasitor putus.
• Jarum menunjuk angka nol : kapasitor short.

8. Mengukur Resistor

Resistor adalah komponen elektronika yang terbuat dari arang yang bersifat sebagai tahanan / penghambat. Satuan Resistor adalah Ohm (Ω). Ukuran lainnya adalah Watt.
1 Mega Ohm (MΩ) = 1.000 Kilo Ohm (KΩ).
1 Kilo Ohm (KΩ) = 1.000 Ohm (Ω).
Resistor memiliki gelang warna yang merupakan kode ukuran dari resistor tersebut. Resistor terbagi menjadi :
a. Fixed resistor ( resistor biasa ) adalah resistor yang ukurannya tetap.
b. Variable resistor adalah resistor yang ukurannya dapat dirubah.
Variable resistor ada 5 jenis yaitu :
  1. Potensiometer.
  2. Trimmer Potensio (Trimpot).
  3. NTC (Negative Temperatur Coefficient) : semakin panas hambatannya semakin kecil.
  4. PTC (Positive Temperatur Coefficient) : semakin panas hambatannya semakin besar.
  5. LDR (Light Dependence Resistor) : bila terkena cahaya maka hambatan akan mengecil.
Fungsi resistor dalam rangkaian elektronika :
• Sebagai beban rangkaian • Untuk membagi tegangan atau arus.
Simbol Resistor dalam rangkaian :
Berikut daftar kode warna resistor :
Misal :
Resistor dengan gelang warna :
I. Coklat : 1
II. Hitam : 0
III. Merah : 00
IV. Perak : 10%
Jadi nilai resistor tersebut adalah 1000 Ohm atau 1 K Ohm dengan toleransi 10% artinya nilai aslinya bisa berkisar antara 900 Ohm – 1100 Ohm. Angka 900 didapat dari 1000 – (1000 x 10%) dan 1100 Ohm dari 1000 + (1000 x 10%).
GABUNGAN RESISTOR
Resistor Hubung Seri :
Resistor yang dihubungkan seri nilai hambatannya adalah Rt = R1 + R2 + R …
Misal : 1K Ohm + 1K Ohm = 2K Ohm.
Resistor Hubung Paralel
Resistor yang dihubungkan paralel hasilnya adalah 1/Rt = 1/R1 + 1/R2 + 1/R …..
Misal : 1K Ohm diparalel dengan 1K Ohm hasilnya adalah 0,5 K Ohm.
Mengukur Resistor Dengan Multi Tester :
  1. Pastikan anda sudah melakukan zerro Ohm adj.
  2. Putar batas ukur pada Ohmmeter (pastikan batas ukur lebih tinggi atau hampir sama dengan perkiraan resistor yang diukur).
  3. Hubungkan probe ke masing-masing kaki resistor (bolak balik sama saja)
  4. Lihat penunjukan jarum pada papan skala.
Kesimpulan Hasil Pengukuran :
  1. Jarum menunjuk angka sesuai dengan ukuran aslinya : resistor baik.
  2. Jarum menunjuk angka lebih besar / kecil dari ukuran aslinya : resistor rusak.
  3. Jarum tidak bergerak sama sekali : resistor putus.
  4. Jarum menunjuk angka nol : resistor short.